SEPUTAR TIMNAS INDONESIA Setelah dua tahun menepi, Elkan Baggott kembali ke timnas di bawah komando John Herdman. Ia mengaku kedatangan Herdman sebagai pelatih menyuguhkan energi baru untuk skuad Garuda.
Terakhir kali Elkan memperkuat timnas senior adalah saat bersua Australia di Piala Asia 2024. Saat itu ia berkontribusi penting dalam langkah Garuda menembus babak 16 besar.
Ia sempat menepi sejak akhir era kepelatihan Shin Tae Yong dan sepanjang karier pendek Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala. Banyak pihak yang menyayangkan hal tersebut mengingat performa gemilangnya bersama skuad Garuda.
Kini, ia telah kembali. Energi baru ia rasakan sejak kedatangan John Herdman. Menurutnya, mentalitas dan kebersamaan tim kini telah jauh meningkat.
“Kebersamaan dan semangat tim jauh lebih tinggi. Ada energi baru juga yang dibawa pelatih, serta mentalitas berbeda,”
Dua tahun menepi dari timnas membuat Elkan melewatkan banyak momen bersama timnas. Banyak pemain baru merampungkan proses naturalisasi saat ia tak ada di dalam skuad Garuda.
Ia menilai standar dan kualitas penggawa Garuda mengalami lonjakan signifikan. Keberadaan banyak pemain yang berkompetisi di liga elit Eropa menyuguhkan warna baru yang kini dirasakan Elkan.
Sebagai penyangga sektor belakang, beberapa pemain bisa menjadi tandem Elkan Baggot. Jay Idzes, Jordi Amat, Ridho, Hubner, atau bahkan Kevin Diks menjadi opsi yang bisa dipilih Herdman untuk bersinergi dengannya.
Kembalinya Elkan menjadi hal positif untuk timnas. Dengan postur jangkung, kemahiran kaki kiri, dan pengalamannya di liga Inggris, ia menjadi pilihan menarik bagi Herdman di lini pertahanan.





